Borobudur Marathon 2018

Sebenarnya event ini udah rampung tanggal 18 November lalu, cuma saya baru sempat dan niat nulisnya sekarang. Hehe, agak telat tapi biarlah daripada gak sama sekali.

Jadi Borobudur Marathon ini bukan event lari kaleng-kaleng kalo bahasa anak sekarang. Terbukti pesertanya membludak luar biasa banyak. Kalo ditanya kapan saya daftar bomar 2018 ini, jawabannya dari bulan april lalu. Jadi 7 bulan sebelum hari H sudah dimulai pendaftaran. Ketika daftar pun gak gampang, rebutan. Udah macam flash sale lajadut aja.

Di bomar ini saya ikut yang kelas 10K. Ah cemen ah cuma ikutan 10k!
Hahaa, itu pas saya putuskan buat ikut daftar aja masih bingung, beneran bisa lari 10k gak ya? Event yang pernah saya ikut gak pernah lebih dari 5K. Waktu buat saya latihan juga gak banyak, pagi kerja sore udah susah karena lebih pilih main-main sama sikecil daripada lari sore.

Sampe bulan Agustus lalu akhirnya saya coba sedikit paksakan buat test lari sampe 10k dan ternyata bisa juga, kuat, agak ga nyangka juga sih. Nah dari situ makin mantab lah buat menyambut Borobudur Marathon 2018.
Semakin mendekati hari-H, sosmed bomar makin aktip memberikan informasi ke peserta, mulai dari acara road to borobudur marathon hingga waktu dan tempat pengambilan racepack.

H-2 saya sudah ambil racepack. Di lokasi pengambilan racepack yaitu di hotel grand artos magelang keseruan bomar sudah mulai terasa. Lokasi nyaman, petugas yang ramah, juga banyak acar dan spot buat kita yang doyan foto-foto.

Akhirnya hari H datang juga, seperti yang sudah disepakati saya dan beberapa teman yang ikut serta kami memutuskan untuk menginap di salah satu rumah teman kami karena menurut info dari penyelenggara lokasi parkir akan tutup jam 04.00 WIB. Jadi biar bisa dapat parkiran lebih baik nginap di salah satu rumah teman, terus berangkat bareng jam 02.30 pagi. Begitu rencananya. Tapi ternyata ada hal konyol yang kami alami, kita semua justru gak bisa tidur malam itu. Saya sendiri baru bisa “merem” jam 01.00 dan jam 02.15 sudah bangun lagi buat siap-siap. Agak konyol memang karena seharusnya kita semua cukup tidur sebelum raceday.

Dan sampailah kami garis start. Karena saking banyaknya peserta, saya sampai susah maju mendekati garis start. Niat hati ingin start di depa biar gak kehilangan waktu ternyata bener-bener gak bisa. Bahkan saya baru bisa lari sekitar 2 menit dari gun time. Selepas start pun belum bisa lari dengan sempurna karena terhalang peserta yang pacenya lebih lambat dari saya (termasuk yang jalan). Nah, yang paling seru dan berbeda dari borobudur marathon ini adalah cheering dari pinggir track lari. Cheer gak cuma dari marshal atau panitia bomar. Mulai dari pihak sponsor, murid-murid SD sampai SMA yang dilewati rute lari, sampai penduduk sekitar memberikan cheers yang luar biasa, seru, bikin peserta lari termasuk saya makin semangat buat lari.

Rute lari di bomar ini bisa dibilang betul-betul steril. Tidak ada kendaraan bermotor yang mengganggu lari kami para peserta. Salut buat panitianya.
Lanjut ke proses lari saya. Dari garis start sampai km 5, semuanya lancar. Tiap 2,5 KM di Water Station saya sempatkan minum air mineral dan isotonik secara gantian. Pace juga masih bisa saya jaga di bawah 7, kecuali KM 1 karena saking ramainya jalan. Nah, selepas KM 5 kaki saya mulai agak bermasalah. Lutut sebelah kiri mulai agak nyeri, dari situ pace mulai saya turunkan , sesekali jalan. Mulai dari situ rasa sakit lutut masih timbul tenggelam, kadang nyeri kadang hilang terutama ketika ada cheers dari penduduk sekitar nyeri jadi hilang, hehe. Mungkin karena aliran adrenalin yaa.

Nah, di KM 7,5 kalo saya gak salah ingat disitu ada turunan dilanjut tanjakan yang lumayan bikin lutut saya kerja ekstra. Dari situ rasa sakit di lutut benar-benar gak tertahankan. Sisa rute saya selesaikan dengan lebih banyak jalan, lari paling hanya sekitar 500 meter, lalu jalan lagi. Dengkul udah gak kuat bosss.

Semangat kembali terpicu ketika liat penanda KM 9. Wah udah deket nih, pace agak naik lah walau kaki sakit, makin dekat finish line makin banyak cheers dari Marshal. “ayo kak, itu garis finish udah kelihatan, 500 meter lagi kak, ayo semangat”, begitu kira-kira teriakan-teriakan dari pinggir rute lari.

Di menit ke 75 akhirnya saya finish. Agak sedih karena ini bukan waktu terbaik saya, tp senang karena pengalaman lari kali ini bener-bener istimewa. Dan yang penting finish bahagia dengan medali finisher terkalung di leher. Yaa dengan kondisi fisik yang kurang tidur, catatan ini lumayan juga sebetulnya.

Setelah finish, kami menikmati refreshmen sambil menunggu teman saya finish Full Marathon untuk pertama kalinya. Sambil selonjorin kaki dan lemesin dengkul yang masih terasa sakit.
Sekitar jam 11, teman kami finish, dan gak lama setelah itu kami putuskan untuk foto-foto banyak lalu pulang karena hari sudah mulai panas di sekitar candi borobudur.
Sepanjang perjalanan pulang kami semua bisa tersenyum puas dengan borobudur marathon 2018 ini. Mulai dari racepack yang komplittttt banget, jersey yang nyaman, race village yang luar biasa lengkap, medali yang gak kaleng-kaleng, cheers dari penduduk sekitar yang meriah, dan yang juga tidak kalah istimewa ada fitur live tracking di aplikasi borobdur marathon.

Semoga tahun depan ada lagi, lebih meriah, dan tentunya semoga saya bisa berpartisipasi kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s