Attitude diluar lintasan, seberapa penting?

Di jaman digital seperti sekarang, jadi rider motogp bukanlah hal yang mudah. Bukan soal aspek mengendarai motor balap mereka, tapi soal media.

Kita semua tau, rider motogp sekarang udah kaya selebritis yang dimana-mana diliput sama media. Bahkan Valentino Rossi pun dalam buku biografinya mengungkapkan bahwa menjadi rossi yang sekarang tidak mudah, karena sebagian besar privasinya sudah habis direnggut wartawan. Bahkan mau kumpul nongkrong bareng sama temen-temennya pas libur musim balappun susah karena harus kucing-kucingan dengan wartawan.

IMG_8457

Karenanya, attitude mereka diluar sirkuit juga jadi hal yang penting. Beberapa rider tau persis hal itu, makanya mereka bisa menjaga attitude mereka, komentar-komentar mereka di media supaya citra mereka tetap baik di mata penggemar balap jet darat roda dua ini. Valentino Rossi sendiri adalah salah satu pembalap yang pandai memanfaatkan media. Mungkin karena jumlah fansnya yang banyak, jadi mudah untuk membangun persepsi publik lewat media. Tapi bagi kebanyakan orang, rossi adalah sosok yang humble dimana statementnya di media lebih banyak hal yang positif daripada isu negatif. Yaaa kecuali terkait tragedi sepang clash.

Dani Pedrosa, adalah sosok rider yang calm, tidak terlalu banyak komentar di media, tapi cukup kritis soal isu keselamatan, tak heran kalo banyak orang yang suka dengan attitudenya. Danilo Petrucci, rider tim satelit ducati yang satu ini mungkin bisa dibilang joker di motogp dimana statement-statementnya baik waktu di wawancara wartawan ataupun ketika berada di ruang press confrence selalu lucu dan bikin orang-orang disekitarnya ketawa.

PHILLIP ISLAND, AUSTRALIA - FEBRUARY 17: Danilo Petrucci of Italy and Octo Pramac Racing speaks with journalists during the 2016 MotoGP Test Day at Phillip Island Grand Prix Circuit on February 17, 2016 in Phillip Island, Australia. (Photo by Mirco Lazzari gp/Getty Images)

Disisi lain, ada beberapa rider yang sepertinya memilih menjadi antagonis dalam drama motogp. Jorge Lorenzo misalnya (sorry to say) dimana banyak komentar-komentarnya yang kontroversi di media, tak heran banyak hujatan muncul dari para netizen pada artikel yang membahas JL. Bahkan beberapa kali saya nobar Motogp di tempat netral (bukan di fan base salah satu rider) banyak yang mem-booo JL ketika balapan berlangsung.

Casey Stoner sendiri pernah bilang di film dokumenter “hitting the apex”, bahwa dia jauh lebih suka kehidupan di tahun 70-an dimana media tidak terlalu bergerak cepat seperti sekarang. Jadi mereka cukup fokus pada balap tidak perlu terlalu ambil pusing soal media, bagaimanpun attitude mereka.

Begitulah teknologi berkembang, mau gak mau kita harus menyesuaikan jaman. Jadi menurut saya attitude juga adalah hal penting terkait dengan image seorang pembalap dimana Motogp sekarang adalah sebuah industri, bukan hanya kompetisi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s