No matter how people judge you, you still my hero.

1997, ketika itu saya masih bocah SD yang gak tau banyak soal balap-membalap. Di tahun itu juga saya mulai kenal dengan sosok pembalap kecil, kurus, rambut nyentrik, sedikit petakilan membalap di kelas capung, 125 cc 2 tak kala itu. Sebenarnya ayah saya yang mengenalkan saya ke motogp, tentu di tahun itu yang mau ayah saya tunjukan adalah juara dunia asal australia diatas motor nsr 500nya, Mick Doohan. Tapi saya justru tertarik dengan pembalap dengan nomor 46. Sejak saat itu saya jadi rajin nonton balap motor yang disebut motogp ini. Setidakya dulu saya harus beli tabloid untuk cari jadwal motogp, memang gak semudah jaman sekarang , tinggal swipe layar smartphone semua informasi sudah ada. Begitupun dengan berita-beritanya, terutama soal rossi. Gak jarang saya dulu sampai gak jajan cuma buat beli tabloid-tabloid otomotif, berharap ada berita soal rossi disitu.

Saya mengikuti perjalanan karirnya, balapannya, tim-tim mana yang dibelanya, pabrikan mana, bahkan rival-rivalnya. Mulai dari rivalitas dengan max biagi waktu rossi di nastro azzuro honda, dengan sete gebernau, Casey Stoner, Jorge Lorenzo, dan Terakhir ini dengan Marc Marquez .

Bagi saya,Rossi bukan hanya sekedar pembalap, dia sosok yang kharismatis, entertaining, luar biasa talented, di dalam maupun diluar track. Sampai sekarang ini, belum ada yang sosok lain yang bisa seperti itu. Tak heran kalau rossi punya jutaan fans fanatik. Mungkin saya salah satunya.

Season 2015 ini, saya sangat menikmati, mungkin salah satu season terbaik dekade ini. Setidaknya sampai seri sepang start. Bahkan David Emmet, jurnalis motogp, selepas seri phillip island bilang “whatever happen after this, this is the best season at least for this decade”.

Kalau kita lihat dari tahun-tahun awal rossi kembali ke yamaha, saya tahu betapa keras usaha rossi untuk kembali bisa bertarung memperebutkan juara. Bahkan merubah gaya balap dia lakukan demi bisa bersaing dengan rival-rival muda. Latihan di dirt track pribadinya juga dilakukan setiap hari. Demi meningkatkan performanya di balapan motogp. Dan hasilnya, di season ini mulai dari seri qatar hingga sepang kemarin dia terus memimpin klasmen kejuaraan.

Rossi mengawali seri sepang dengan banyak kegaduhan. Banyak drama yang terjadi bahkan sebelum race day. Rossi mengatakan bahwa Marquez yang sudah tidak berpeluang juara hanya balapan untuk mengganggu dia. Entah itu benar atau tidak, hanya marquez yang tahu. Feeling saya sudah tidak enak ketika saya lihat ekspressi rossi ketika bersandar di YZR-M1nya beberapa saat sebelum start. Ekspresi yang gak biasa. Biasanya rossi selalu ceria , melambai ke kamera, dan senyum. Tapi kali ini tidak, dia memakai kacamata hitam, dan sama sekali tidak menigndahkan ketika kamera menyorotnya di starting grid. Dan benar saja , peristiwa tidak yang sangat sangat tidak mengenakkan datang beberpa lap setelah balapan dimulai. Ketika rossi fight dengan marquez , si 93 jatuh tersungkur. Dan tayangan ulang pun diputar. Di tayangan itu nampak seperti Rossi menendang 93 hingga menyebabkan dia jatuh.

Disitu pikiran saya mulai amburadul, tangan saya gemetar, umpatan-umpatan muncul tak terkendali, marah. Bukan karena takut lihat rossi kalah, tapi apa yang akan terjadi setelah ini? Bagaimana dunia memandang rossi setelah ini?  Silahkan anda bilang saya lebay, bodoh bela-belain rossi sampe gitu, dapet apa emang? whatever, saya tidak peduli. Ya, saya fans rossi, susah buat saya untuk tidak mengumpat dengan perlakuan rivalnya itu. Terlepas salah atau tidaknya tindakan rossi, tentu anda akan sulit mengontrol emosi ketika anda sedang bertarung untuk gelar juara dan anda harus berhadapan dengan pembalap yang melakukan manuver seenaknya di sepang kemarin. Sorry to say, saya harus bilang seperti itu.

Selepas jatuhnya 93, dunia maya terus dihujani dengan hujatan hujatan yang ditujukan kepada rossi. Dia dianggap melakukan tindakan yang tidak sportif. Itukah yang dilakukan seorang legenda? Hilang sudah respek saya kepada VR46! Mereka bilang rossi punya banyak fans, maka mudah bagi rossi untuk membentuk opini publik, dan membuat rivalnya yang salah dimata dunia, karena rossi lah dewa motogp. Bahkan lorenzo yang rekan satu timnya justru menghujat Rossi, mengatakan dia tidak layak jadi juara, dan meminta hukuman yang lebih. Padahal apa urgensinya dalam kejadian ini? Dia sama sekali tidak terlibat dalam insiden ini.

Ya, silahkan anda berkata demikian itu hak anda, tapi saya juga berhak untuk tidak menerima pendapat itu. Sekali lagi saya bilang, saya fans rossi, saya mencoba objektif menilai kejadian itu tapi luar biasa sulit. Saya betul-betul kecewa dengan kejadian sepang kemarin. Bukan masalah juara atau tidak, Rossi kalah atau menang sudah biasa. Juara dunia 9 kali sudah lebih dari cukup. Tapi persaingan yang terjadi sudah tidak lagi bersih, terlalu banyak drama yang terjadi. Bahkan dari sumber yang saya baca Max Biagi pun berkata demikian. Clash antara Rossi dengn 93 merupakan catatan gelap motogp. Saya tahu bagaimana rossi, tidak akan ada asap kalu tidak ada api. Rossi tidak akan berbuat seperti itu jika tidak ada provokasi. Bahkan selama 1 dekade, baru kali ini saya melihat rossi seagresif ini. Saya tidak tahu persis siapa yang benar siapa yang salah, yang jelas sanksi sudah dijatuhkan kepada rossi. Dan ini seakan mengubur semua hasil kerja kerasnya sejak awal musim.

Saya yang hanya seorang pengagumnya saja bisa sebegini kecewa dengan apa yang terjadi, saya tidak bisa membayangkan apa yang dirasakan Rossi saat ini. Semoga saja , semangatnya tetap menyala, setidaknya untuk tetap bertarung, bukan demi juara dunia, tapi demi passion dan kecintaanya terhadap balap motor. No matter how people judge you, you still my hero.

Advertisements

7 thoughts on “No matter how people judge you, you still my hero.

  1. Waaah keisi lagi deh blognya hehehe
    Katanya Rossi nggak mau balapan terakhir ya om?
    Kurang seru ya, tapi yang enggak apa sih. Mungkin itu bentuk protesnya dia. Naaaah tinggal berdoa aja biar lorenzo jatuh nggak dapet poin entar, nggak perlu susah buat jadi juara dan bisa mengungkapkan kekecewaannya dengan protes enggak balapan hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s